
Daftar Isi
Keamanan server menjadi prioritas utama ketika Kamu mulai mengelola infrastruktur digital secara mandiri. Bot dan serangan otomatis di internet hampir selalu menargetkan akun root karena memiliki hak akses penuh tanpa batasan.
Kamu perlu menutup celah ini sedini mungkin untuk melindungi data penting dari upaya peretasan. Menonaktifkan login root melalui SSH akan memaksa penyerang melewati lapisan autentikasi tambahan yang jauh lebih sulit ditembus.

Strategi ini terbukti efektif dalam menekan risiko pengambilalihan server akibat akses ilegal. Sekarang saatnya Kamu mengamankan pintu masuk utama server dengan langkah yang tepat dan terukur.
Siapkan Akun Pengguna dengan Hak Akses Sudo
Jangan pernah menonaktifkan login root sebelum Kamu memiliki akun pengguna alternatif dengan hak akses sudo. Tanpa langkah ini, Kamu berisiko kehilangan kendali penuh atas server.
Buat akun pengguna baru, tambahkan ke grup sudo, lalu amankan dengan kata sandi kuat atau SSH key. Pendekatan ini memastikan Kamu tetap dapat melakukan administrasi sistem tanpa harus login sebagai root secara langsung.
Untuk membuat akun sudo, login sebagai root lalu jalankan perintah adduser namauser dan tambahkan ke grup sudo dengan usermod -aG sudo namauser. Setelah itu, login sebagai pengguna tersebut dan jalankan sudo -i untuk memastikan akun sudah memiliki hak akses administratif.
Masuk ke File Konfigurasi SSH
Konfigurasi utama SSH berada di file sshd_config. Menurut dokumentasi resmi dari
SSH.com, file ini menjadi fondasi utama dalam pengamanan akses jarak jauh ke server.
Perubahan kecil pada file ini berdampak besar terhadap keamanan sistem. Karena itu, Kamu perlu mengeditnya dengan cermat dan hanya menyentuh parameter yang benar-benar diperlukan.
- Buka terminal dan jalankan perintah
sudo nano /etc/ssh/sshd_config - Cari baris
PermitRootLogin - Ubah nilainya menjadi
no
Jika baris tersebut masih dikomentari, hapus tanda # lalu tetapkan nilainya secara eksplisit.
Terapkan Perubahan dengan Memuat Ulang SSH
Perubahan konfigurasi tidak akan aktif sebelum layanan SSH dimuat ulang. Tanpa langkah ini, server masih mengizinkan login root seperti sebelumnya.
sudo systemctl reload sshdsudo systemctl restart sshd
Berdasarkan panduan keamanan dari DigitalOcean, menonaktifkan root login merupakan langkah wajib dalam proses hardening awal server Linux.
Uji Koneksi Sebelum Menutup Sesi Aktif
Langkah ini bersifat krusial. Jangan pernah menutup sesi SSH utama sebelum Kamu memastikan akun baru bisa login dan menjalankan perintah sudo dengan normal.
- Buka terminal baru dan login menggunakan akun non-root
- Jalankan
sudo -iatausudo su - Pastikan akses administratif berjalan tanpa error
Jika pengujian berhasil, Kamu aman untuk menutup sesi lama.
Manfaat Keamanan Jangka Panjang
Menonaktifkan login root membuat setiap aktivitas administratif tercatat atas nama pengguna yang jelas. Kamu dapat menelusuri log sistem dengan lebih akurat dan bertanggung jawab.
Pendekatan ini juga secara drastis menurunkan efektivitas serangan brute force otomatis. Server Kamu tidak lagi menjadi target empuk bagi bot pemindai port SSH.
Kesimpulan
Menonaktifkan login root via SSH adalah langkah dasar namun sangat krusial dalam pengamanan server. Konfigurasi ini mampu memblokir sebagian besar serangan otomatis yang mengincar kredensial administratif.
Setelah mengamankan login SSH, langkah selanjutnya adalah mengaktifkan Firewall UFW untuk memfilter lalu lintas jaringan yang tidak diinginkan.
Jika Kamu ingin memastikan server sudah dikonfigurasi sesuai praktik terbaik tanpa risiko salah langkah, gunakan
Jasa Install VPS Netbits. Tim kami akan menangani instalasi dan hardening agar Kamu fokus pada pengembangan bisnis.
FAQ Keamanan SSH Server
1. Apakah saya masih bisa menggunakan root?
Bisa. Login menggunakan akun biasa, lalu jalankan sudo -i untuk masuk ke mode root dengan aman.
2. Bagaimana jika saya lupa kata sandi pengguna?
Gunakan konsol VPS dari penyedia layanan untuk mereset kata sandi.
3. Apakah menonaktifkan root sudah cukup?
Belum. Kamu sebaiknya mengaktifkan SSH key, membatasi IP, dan mempertimbangkan penggantian port SSH.
4. Apakah SSH key lebih aman daripada password?
Ya. SSH key jauh lebih sulit ditembus dan hampir kebal terhadap brute force otomatis.
5. Apakah perubahan langsung aktif?
Tidak. Kamu harus memuat ulang atau me-restart layanan SSH agar konfigurasi baru diterapkan.
admin
Tim Profesional Netbits.id Menyediakan Jasa pembuatan website, jasa install VPS, Jasa Desain Grafis, Jasa Migrasi Hosting, Jasa Install Wordpress
Lihat Semua Artikel