Artikel

Cara Setup User dan Permission di VPS agar Akses Server Tetap Aman

admin
14 Januari 2026
7 min
Cara Setup User dan Permission di VPS agar Akses Server Tetap Aman

Daftar Isi

Keamanan VPS tidak dimulai dari firewall, IDS, atau tools mahal. Keamanan VPS dimulai dari siapa yang boleh masuk ke server dan apa yang boleh mereka lakukan. Di sinilah peran user dan permission menjadi sangat krusial.

Cara Setup User dan Permission di VPS

Banyak kasus VPS diretas bukan karena bug sistem, tetapi karena akses yang terlalu longgar. Root digunakan untuk semua aktivitas. Permission dibuka lebar agar “tidak error”. Praktik seperti ini terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa fatal.

Dalam artikel kali ini kita akan membahas cara setup user dan permission di VPS Linux secara menyeluruh, runtut, dan realistis. Fokusnya bukan teori, tapi praktik yang benar-benar dipakai di server produksi.

Apa Itu User dan Permission di VPS?

Sebelum masuk ke teknis, kamu perlu memahami dua fondasi utama keamanan VPS: user dan permission. Tanpa pemahaman ini, konfigurasi apa pun akan terasa membingungkan dan rawan kesalahan.

Pengertian User di VPS Linux

User adalah identitas yang digunakan untuk mengakses sistem Linux. Setiap user memiliki ruang kerja, hak akses, dan batasan sendiri. Sistem Linux sengaja memisahkan user agar satu kesalahan tidak merusak seluruh sistem.

Di VPS baru, biasanya hanya ada user root. Root memiliki akses penuh ke server. Inilah alasan kenapa penggunaan root harus dikontrol sejak awal.

Pengertian Permission dan Fungsinya

Permission menentukan apa yang boleh dilakukan user terhadap file dan folder. Permission mengatur hak:

  • membaca (read)
  • menulis (write)
  • mengeksekusi (execute)

Permission yang salah bisa membuat aplikasi tidak berjalan atau justru membuka celah keamanan besar.

Kenapa Pengaturan User VPS Sering Diabaikan?

Banyak pengguna VPS fokus pada hasil cepat. Website harus online. Aplikasi harus jalan. Akhirnya aspek keamanan dianggap belakangan, termasuk pengaturan user dan permission.

Kebiasaan Menggunakan Root untuk Semua Aktivitas

Login sebagai root memang praktis. Tidak ada batasan. Semua perintah langsung jalan. Namun, kebiasaan ini membuat server sangat rapuh.

Jika akun root bocor, penyerang langsung menguasai seluruh sistem tanpa hambatan.

Dampak Jangka Panjang dari Akses yang Terlalu Longgar

Akses yang tidak tertata menyebabkan:

  • sulit audit saat terjadi masalah
  • risiko malware meningkat
  • server tidak siap skala besar
  • maintenance menjadi rumit

Masalah ini sering baru terasa ketika server sudah dipakai serius.

Prinsip Keamanan Dasar: Least Privilege

Dalam dunia keamanan server, ada satu prinsip yang selalu relevan dan terbukti efektif: least privilege. Prinsip ini sederhana, tapi sering diabaikan.

Apa Itu Least Privilege dalam Keamanan Server

Least privilege berarti setiap user hanya diberi akses sesuai kebutuhannya. Tidak lebih. Tidak semua user perlu akses sistem. Tidak semua proses perlu izin menulis.

Semakin kecil akses, semakin kecil risiko.

Contoh Penerapan Least Privilege di VPS

Contoh sederhana:

  • user developer hanya mengelola kode
  • web server hanya membaca file website
  • user backup hanya membaca data tertentu

Dengan cara ini, jika satu akun bermasalah, dampaknya tetap terbatas.

Jangan Gunakan Root untuk Aktivitas Harian

Root adalah user paling berbahaya jika digunakan sembarangan. Root tidak memiliki pagar pengaman. Setiap perintah langsung dieksekusi penuh oleh sistem.

Risiko Login Root pada Server Publik

Server publik terus dipindai bot otomatis. Login root adalah target utama brute force. Jika root masih bisa login via SSH, risiko langsung meningkat drastis.

Selain itu, semua aktivitas root sulit dilacak karena tidak ada pemisahan peran.

Kapan Root Masih Boleh Digunakan

Root tetap diperlukan, tetapi hanya untuk:

  • setup awal VPS
  • instalasi sistem inti
  • konfigurasi tingkat sistem

Untuk aktivitas harian, selalu gunakan user biasa.

Cara Membuat User Baru di VPS Linux

Langkah pertama membangun VPS yang aman adalah membuat user non-root. Ini wajib dilakukan sebelum server dipakai lebih jauh.

Membuat User Baru dengan adduser

Login sebagai root, lalu jalankan perintah:

adduser devuser

Perintah ini akan membuat home directory, shell, dan meminta password. Gunakan password yang kuat dan unik.

Memberikan Hak Sudo Secara Terbatas

Jika user perlu menjalankan perintah administratif, tambahkan ke grup sudo:

usermod -aG sudo devuser

Dengan cara ini, user tetap aman tanpa kehilangan fleksibilitas.

Mengamankan Akses SSH VPS

SSH adalah pintu utama menuju VPS. Selama SSH terbuka, server akan terus menerima percobaan login dari luar. Karena itu, pengamanan SSH tidak bisa ditunda.

Kenapa SSH Menjadi Target Serangan

Bot otomatis memindai jutaan IP setiap hari. Target utamanya adalah port SSH dengan login root dan password lemah.

Serangan ini terjadi tanpa henti, bahkan pada VPS baru.

Menonaktifkan Login Root via SSH

Edit file konfigurasi SSH:

nano /etc/ssh/sshd_config

Pastikan baris berikut aktif:

PermitRootLogin no

Lalu restart SSH:

systemctl restart ssh

Langkah ini langsung menutup pintu serangan paling umum.

Praktik Dasar Pengamanan SSH Tambahan

Beberapa langkah tambahan yang aman:

  • gunakan SSH key
  • batasi user yang boleh login
  • gunakan password yang kuat

Mengatur Kepemilikan File Website dengan Benar

Selain akses login, file website juga harus diatur dengan benar. Banyak masalah keamanan berasal dari kepemilikan file yang salah.

Struktur Kepemilikan File yang Aman

Misalnya folder website berada di:

/var/www/project

Atur kepemilikan seperti ini:

chown -R devuser:www-data /var/www/project

Perbedaan Owner dan Group pada File Website

  • Owner bertugas mengelola file
  • Group memberi akses ke web server

Struktur ini aman, rapi, dan umum dipakai di server produksi.

Permission File dan Folder yang Disarankan

Permission menentukan siapa yang boleh mengubah file dan folder. Pengaturan yang tepat menjaga keamanan tanpa menghambat aplikasi.

Permission Folder Website (755)

Folder perlu bisa diakses web server, tapi tidak sembarang ditulis.

chmod 755 folder

Permission File Website (644)

File website cukup bisa dibaca.

chmod 644 file

Kenapa Permission 777 Sangat Berbahaya

Permission 777 memberi akses penuh ke siapa pun. Di server publik, ini adalah kesalahan fatal yang sering berujung deface dan malware.

Pisahkan User Berdasarkan Fungsi

Server yang sehat tidak bergantung pada satu user. Pemisahan user membuat sistem lebih aman dan terkontrol.

Contoh Pembagian User di VPS Produksi

Contoh struktur yang rapi:

  • devuser untuk pengembangan
  • deploy untuk CI/CD
  • backup untuk backup otomatis

Manfaat Pemisahan User untuk Keamanan

Dengan pemisahan ini:

  • kesalahan tidak menyebar
  • audit lebih mudah
  • risiko lebih terkendali

Mengelola User Menggunakan Group

Group membantu mengatur banyak user tanpa membuka akses berlebihan. Ini sangat berguna untuk kerja tim.

Fungsi Group dalam Sistem Linux

Group memungkinkan kamu mengatur permission untuk banyak user sekaligus. Lebih rapi dan mudah dikelola.

Contoh Implementasi Group untuk Tim

groupadd webteam
usermod -aG webteam devuser
chown -R devuser:webteam /var/www/project

Audit User dan Permission Secara Berkala

Pengaturan bisa berubah tanpa disadari. Audit rutin membantu mencegah masalah sebelum terjadi.

Cara Mengecek Owner dan Permission File

Gunakan perintah sederhana:

ls -la

Tanda Permission Bermasalah di VPS

Waspadai jika:

  • file web dimiliki root
  • web server bisa menulis file konfigurasi
  • banyak permission write untuk public

Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi di VPS

Beberapa kesalahan klasik sering ditemukan di VPS bermasalah.

Permission Terlalu Terbuka

Biasanya dilakukan agar aplikasi cepat jalan, tapi dampaknya besar.
Semua Proses Berjalan sebagai Root

Satu celah kecil bisa berdampak ke seluruh sistem.
Tidak Ada Standar Akses User

Tanpa standar, server sulit dikembangkan dan diamankan.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Jasa Install VPS

Tidak semua orang perlu mengatur VPS sendiri. Ada kondisi di mana menggunakan jasa profesional jauh lebih masuk akal.

Risiko Salah Konfigurasi pada Server Produksi

Salah satu perintah saja bisa menyebabkan downtime atau celah keamanan yang sulit dideteksi.

Keuntungan Menggunakan Jasa Install VPS Profesional

Jika kamu ingin VPS langsung siap produksi dengan setup user, permission, dan SSH yang aman sejak awal, kamu bisa menggunakan jasa install VPS Linux dari Netbits:

Layanan ini cocok untuk website bisnis dan server yang tidak boleh salah konfigurasi.

Penutup

Keamanan VPS selalu dimulai dari akses. User yang tertata dan permission yang tepat membuat server lebih aman, stabil, dan mudah dikelola.

Tool keamanan hanya efektif jika fondasinya benar. Jika kamu serius menggunakan VPS, setup user dan permission bukan pilihan, tapi keharusan.

FAQ

Apakah VPS tetap bisa diretas meskipun sudah mengatur user dan permission dengan benar?

Ya, masih bisa. Namun risikonya jauh lebih kecil. Pengaturan user dan permission yang benar membatasi dampak jika terjadi kebocoran akses. Tanpa pengaturan ini, satu akun yang bocor bisa langsung menguasai seluruh server.

Apakah pemula VPS wajib membuat user non-root?

Wajib. Menggunakan root untuk aktivitas harian adalah kesalahan paling umum pada VPS. User non-root membuat server lebih aman, lebih rapi, dan lebih mudah dikelola saat terjadi masalah.

Kenapa permission 777 masih sering menyebabkan masalah keamanan?

Permission 777 memberi akses penuh ke semua user dan proses. Di server publik, ini membuka peluang malware, deface, dan eksploitasi otomatis. Permission seperti 755 dan 644 sudah cukup untuk hampir semua website.

Kapan sebaiknya menggunakan jasa install VPS profesional?

Gunakan jasa install VPS jika server dipakai untuk website bisnis, aplikasi produksi, atau data penting. Salah konfigurasi user, permission, atau SSH sering tidak langsung terlihat, tapi bisa menjadi celah serius di kemudian hari.

admin

admin

Tim Profesional Netbits.id Menyediakan Jasa pembuatan website, jasa install VPS, Jasa Desain Grafis, Jasa Migrasi Hosting, Jasa Install Wordpress

Lihat Semua Artikel
Chat via WhatsAppChat via WhatsApp