
Daftar Isi
Migrasi website sering kamu lakukan demi server baru, biaya lebih efisien, atau performa lebih stabil. Masalah muncul saat website milikmu justru error setelah proses pindah selesai. Kondisi ini sering berasal dari detail teknis kecil yang terlewat, bukan dari server baru itu sendiri.

Dalam artikel ini kita akan membahas penyebab yang paling sering terjadi. Setiap poin fokus pada tindakan nyata yang relevan dengan kondisi lapangan. Kamu bisa langsung cek dan perbaiki tanpa tebakan.
DNS Belum Mengarah Sempurna
DNS menjadi sumber masalah paling umum setelah migrasi. Record domain milikmu masih menunjuk ke IP lama. Akibatnya browser mengakses server lama yang sudah mati atau kosong. Error seperti DNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAIN sering muncul pada kondisi ini.
Perubahan DNS juga tidak langsung aktif di semua lokasi. Propagasi rata rata berjalan 1 sampai 24 jam. Kamu perlu cek record A dan AAAA melalui tool DNS checker. Pastikan IP server baru sudah terpasang dan TTL tidak terlalu tinggi.
Konfigurasi Server Berbeda dari Server Lama
Setiap server punya lingkungan berbeda. Versi PHP, modul web server, dan struktur folder sering tidak sama. Aplikasi yang berjalan normal di server lama gagal berjalan di server baru.
Contoh yang sering terjadi adalah PHP versi lama dipindah ke server dengan PHP lebih baru. Banyak CMS dan framework memicu error 500 karena fungsi yang sudah tidak didukung. Kamu perlu samakan versi PHP atau sesuaikan kode aplikasi.
File dan Folder Kehilangan Hak Akses
Proses migrasi sering mengubah permission file tanpa disadari. Struktur folder berpindah, tetapi hak akses ikut berubah. Server baru lalu menolak membaca atau menulis file penting milikmu. Error 403 dan 500 muncul tanpa pesan yang membantu.
Kasus ini sering muncul pada website WordPress dan Laravel. Folder seperti storage, cache, dan uploads membutuhkan akses tulis. Tanpa izin tersebut, aplikasi berhenti bekerja meski data sudah lengkap di server baru.
Kamu perlu cek ownership file dan folder secara langsung di server. Pastikan user web server memiliki hak baca dan tulis yang sesuai. Setelah permission kembali tepat, website milikmu biasanya langsung pulih tanpa perubahan kode.
Konfigurasi Database Tidak Sinkron
Database berhasil dipindah, tetapi detail koneksi tidak sesuai dengan konfigurasi aplikasi. Website milikmu langsung berhenti dan menampilkan error koneksi database. Masalah ini hampir selalu muncul dari detail teknis yang luput dicek.
Penyebab yang paling sering terjadi:
• Nama database berbeda antara server lama dan server baru
• Username dan password database tidak sesuai dengan file konfigurasi
• Host database masih menunjuk ke alamat lama
• File konfigurasi seperti .env atau config database belum diperbarui
Kasus lain muncul saat versi database berbeda. MySQL lama dipindah ke MariaDB versi baru tanpa penyesuaian. Beberapa query gagal dijalankan dan error muncul di log. Kamu perlu cek file konfigurasi dan log database secara langsung untuk memastikan seluruh parameter sudah selaras.
Path dan URL Masih Mengarah ke Server Lama
Banyak website menyimpan path absolut dan URL lama di konfigurasi. Setelah migrasi, aplikasi tetap memanggil alamat server lama. Aset tidak muncul dan halaman tampak rusak.
Masalah ini sering terjadi pada CMS, file .env, dan file config. Kamu perlu cek base URL, document root, dan path storage. Update seluruh referensi agar sesuai dengan server baru.
Jika kamu ingin proses pindah server berjalan rapi dan terkontrol, layanan jasa migrasi hosting profesional dari Netbits membantu menangani DNS, server, dan aplikasi dalam satu alur kerja yang jelas. Pendekatan ini mengurangi risiko error dan mempercepat website milikmu kembali online.
FAQ
Apakah error setelah migrasi selalu karena server baru?
Tidak. Sebagian besar error berasal dari konfigurasi DNS, permission file, dan perbedaan versi software. Server baru jarang menjadi penyebab utama.
Berapa lama normalnya website kembali normal setelah migrasi?
Jika konfigurasi tepat, website aktif dalam hitungan menit. Propagasi DNS menjadi faktor terlama dan rata rata selesai dalam 24 jam.
Apakah migrasi manual lebih berisiko dibanding layanan profesional?
Migrasi manual rawan detail terlewat seperti permission dan konfigurasi path. Layanan profesional mengikuti checklist teknis sehingga risiko error jauh lebih kecil.
admin
Tim Profesional Netbits.id Menyediakan Jasa pembuatan website, jasa install VPS, Jasa Desain Grafis, Jasa Migrasi Hosting, Jasa Install Wordpress
Lihat Semua Artikel